Jumat, 23 Mei 2014

belajar kehidupan

Belajar. Biasanya kata ini identik dengan buku-buku yang tebalnya 5 cm dan kalo dimasukkin tas punggung rasanya mau jatuh ketarik kebelakang. "njedhak" bahasa jawanya -__-
Eits, jangan salah. Belajar disini bukan belajar yang melulu pegang pulpen, pake kacamata, depan laptop, sampe-sampe laptop melek kita yang merem. bukan yang itu. belajar tidak hanya "se ekstrim" itu.

Di sini banyak hal yang bisa kita  pelajari. Salah satunya belajar tentang kehidupan. Belajar memaknai waktu. Belajar untuk lebih peka dengan lingkungan. Belajar memahami karakter-karakter orang disekeliling kita. Kalau kata orang tua, belajarlah. Supaya kau bisa merasakan indahnya kehidupan. 
Kita hidup dalam kerumunan masyarakat yang heterogen. Ada yang suka ini, suka itu, suka yang lain, bla bla blaaaa. Dan tentunya, mereka memiliki sifat dan karakter masing-masing. Bukankah manusia diciptakan sebagai pribadi yang unik bukan? jadi, antara aku, kau, dia, dan merera, tentu tak sama. Ketaksamaan itu bukan menjadi penghalang untuk bersama bukan? Bukankah pelangi juga memiliki warna yang berbeda-beda tetapi ia tetap bersama dan dengan kebersamaannya itu justru menjadi keindahan ?

Kita sama - sama belajar. Belajar untuk memahami segala sesuatu disekeliling kita. Jangan sampai, saat senja nanti, kau menyesal karena di pagi hari kau tak banya belajar tentang hal yang satu ini.