Ayah. Pertanyaan yang ingin kuajukan pertama kali adalah mengapa tak ada hari ayah ? :o
hanya hari ibu saja yang ada. Padahal bagiku, ayah dan ibu itu setara. Keduanya sama-sama penting dalam hidupku. keduanya menduduki peringkat yang sama dalam hidupku. Tak ada yang didahulukan dan tak ada yang diduakan. tetap mereka berjajar berdampingan di sisiku. Lantas, mengapa tak ada hari ayah :o
Sedikit ingin bercerita tentang ayah. Bagaimana ceritamu tentang ayahmu?
Ayahku. Adalah sosok yang membuatku menjadi "wonder woman". Ya, benar-benar wonder woman. Dari kecil ayah selalu memandangku seperti anak laki-laki. Ia ingin aku menjadi cewek yang kuat, tegar, dan tak mudah menyerah.
Ayah selalu membelikan aku kaos oblong dan celana pendek di saat ibu membelikanku rok lengkap dengan topi dan tas serta asesoris lainnya seperti baju barbie. Sampai-sampai, aku ingat ketika aku mendaftar sekolah kelas 1 SD, rambutku pendek, tak memakai anting, pakai kaos oblong, celana pendek, sepatu sandal, daannnn apa yang terjadi ? Sang Ibu Kepsek memanggilku "mas". Oh myyyy -__- setelah itu aku langsung meminta untuk memakai anting. Padahal memakai anting adalah hal yang tak kusukai pada awalnya.
Waktu berjalan dan aku sudah tak "tomboy" lagi. Aku ingin mengembangkan apa yang aku inginkan. Kala itu aku kelas 3 SD. ingin rasanya aku ikut taekwondo. Maklum, aku sering lihat film seperti "power rangers", aku terobsesi menjadi power rangers pink. hahaha.
Aku ngotot banget harus dan kudu ikut taekwondo. Kala itu ayah mengantarku ke sebuah sanggar dekat rumah. Di sana aku bisa berlatih taekwondo. Namun, apa yang terjadi sodara-sodara ????
Ayah mendaftarkanku ke dalam kelas menari jawa, bukan taekwondo -____- apa? nari jawa? aku tak suka sama sekali kala itu. kebetulan taekwondo dan tari itu satu sanggar, tetapi, waktu pelaksanaannya yang beda. Menari di pagi hari dan taekwondo di sore hari. Demi membuatku menjadi "anak perempuan" sungguhan, ayah rela menemaniku setiap hari minggu pagi untuk menari. Aku hanya bertahan disana kira-kira 3 bulan.
<skip>
Ayah. adalah sosok yang selalu setia menemaniku kemana-mana. menemani belanja, jalan-jalan, tahun barunan, bahkan nonton konser :3
ya, aku dikenal sebagai anak pingitan. dulu aku tak terima dengan perlakuan ayah dan ibuku yang membatasi bermainku. tapi aku merasa beruntung, setelah aku dewasa. mereka sangat-sangat mencintaiku :)) mereka tak mau terjadi sesuatu padaku hingga akhirnya ayah terjun langsung sebagai "bodyguard" ku hingga aku kelas 3 SMA (karena aku kuliah di luar kota, tak mungkin rumahku juga ikut pindah kan -_-)
<skip>
Dan ayah, menjadi orang yang menonton paling depan saat "pementasan operet pertamaku di kotaku". Walaupun saat itu ia dalam kondisi sakit, ia tetap duduk di depan untuk melihatku menari.Seperti impiannya saat aku kelas 3 SD, aku harus bisa menari jawa, gitu sih kayanya.
<skip>
Ayah. adalah sosok yang pertamakali menangis saat tahu aku diterima kuliah di dunia pendidikan. Ayah tau banget aku gak mau jadi guru. Dia yang menghendaku ku untuk menjadi guru. Aku pun menurutinya. Namun, ayah menangis ketika aku tak berhasil mewujudkan mimpiku walaupun aku berhasil mewujudkan impiannya untuk "menjadi guru". Dan seiring berjalannya waktu, "aku suka menjadi guru". Menjadi guru berarti menyambungkan ilmu kepada orang banyak.
<skip>
Ayah. orang yang paling gengsi mnyebutkan kata kangen. yang paling cerewet kalo aku makan sambel.yang paling heboh walaupun aku cuma pilek. "jaga kesehatan, jauh dari bapak, segera berobat!" sms yang selalu dikirimkan saat aku "hanya flu".
aaaahh karakter ini tak sanggup untuk mewakilkan cerita-cerita berharga tentang ayah dan ibu. Kedua sosok yang membuatku menjadi orang yang disiplin, tahan banting, dan sebagainya (tak mampu diungkapkan dengan tulisan dan kata-kata).
Aku bangga bahkan sangat bangga pada mereka. Dan aku ingin juga menjadi sosok yang paling membanggakan bagi mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar