Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Maret 2014

ingatkah kau

kita pernah bertemu di tempat itu
di tempat bintang-bintang itu memijakkan kakinya
di tempat sekumpulan orang-orang "kaya" tak henti-hentinya mengalirkan apa yang mereka punya
di tempat para pendaki yang tak kenal lelah untuk mendaki sesuatu yang ingin di capainya

kita pernah bertemu di tempat itu
di tempat yang penuh dengan keceriaan
di tempat yang penuh dengan atmosfer pendidikan
di tempat yang memberikan kedamaian bagi setiap insan

kita pernah bertemu di tempat itu
bertemu sekitar setahun yang lalu
ketika buah terenak sedang memberi salam pada dunia
ketika tanaman ilalang sedang bergoyang

kemarin kita bertemu kembali
dalam atmosfer yang sama 
walaupun di tempat berbeda
ingatkah kau?

di sini kita juga sama-sama mendaki
mendaki untuk menjemput impian
impian untuk mencerdaskan kehidupan bangsa
dan berbagi untuk semuanya

Semarang, 18 Maret 2014

Kamis, 30 Januari 2014

cita-cita dan "gantungannya"

Udah lama vakum dan tadaaaa... aku kembali nulis nih.
Kali ini mau bahas tentang cita cita. Kenapa mau bahas cita-cita? yep, alasannya sekarang lagi jaman ribet-ribetnya nentuin PTN mana, mau masuk mana, jurusan apa, dan bla bla blaaaaa (itu topik harian yang aku denger dari adekku kelas 3 SMA yang bikin bosen kalo dengerinnya -___-) .
Ya, siapa sih di dunia ini yang gak punya cita-cita? Tanya coba sama ortumu, adek, kakak, tetangga, guru, de es be, semuanya punya cita-cita. Contohnya aku pingin jadi dokter, jadi tentara, pingin kaya, pingin mobil bagus, pingin haji, pingin keluar negeri,  pingin ini pingin itu dan pingin semuanyaaaa >,<.
Cita-cita jangan sampai hanya sekedar cita-cita lho ya. Aku pernah dapet kuliah mekanika dengan dosen yang super duper inspiratif sekali.
Beliau menyatakan "ya kalian dari dulu sudah didoktrin dengan kata-kata gantungkan cita-citamu setinggi langit, tapi kamu karus punya gantungannya supaya bisa tergantung/tercapai cita-citamu" (intinya gitu, dengan editan seperlunya hihihi).
Yang ingin aku bagikan disini, berbasis pada pernyataan bapak dosen itu, ya memang kita boleh bahkan wajib kudu harus memiliki impian untuk tetap semangat menjalani hidup. Namun, tidak serta merta kita hanya cukum memilikinya tanpa berbuat apa-apa untuk menunggu datangnya cita-cita kita. Kita bukan hidup di negeri dongeng atau di dunia doraemon yang segala sesuatunya bisa diselesaikan dengan instan. segalanya di dunia ini butuh proses. Proses untuk mencapai cita-cita itu yang nantinya akan berkesan sebagai cerita dibalik kesuksesan kita dalam menggapai impian kita.
Apa yang kau lakukan jika cita-citamu tak tercapai? ya memang segala rencana tidak semulus lantai licin dengan koefisien gesekan kinetik besar *lhhohh apa ini*. hmm, ya intinya dalam hidup pasti ada rintangannya, ketika cita-cita ini belum tercapai, lantas jangan langsung kaya di tivi/sinetron-sinetron yang lebay itu, langsung seperti tidak punya masa depan. ITU SALAH BESAR. harusnya kita punya stok cita-cita yang banyak, ketika gagal di satu, maka kita masih punya dua, tiga, empat, lima dan seterusnya. TETAP SEMANGAT UNTUK MENCAPAI CITA-CITAMU. Belajar yang rajin supaya segala yang kau impikan bisa terwujud. Itu salah satu cara untuk membuat GANTUNGANNYA :D
Ohya, inget dengan kata-kata "Ridha Allah adalah ridha orang tua". Nah yang satu ini nih, jangan lupa meminta restu pada kedua orang tua kita ya, karena segala sesuatunya percuma saja jika kedua orangtua kita tidak merestuinya :)

Pesen aja buat adek-adek yang galau mau masuk jurusan apa, PTN mana, dan de es be.
#Pertama, tanyakan pada diri sendiri, kenali diri sendiri, letak kelebihan, kekurangan, dan jiwa mu itu di mana.
#Kedua, tentukan jurusan sesuai hatimu, bukan karena paksaan, ikut-ikutan atau sejenisnya.
#Ketiga, konsultasikan jurusan yang kamu inginkan dengan orang-orang terdekat, misalnya orangtua, kita harus mendapat izin dan restunya. Jika kurang disetujui, maka kalian dengan halus menanyakan apa penyebabnya,. Jika sekiranya penyebabnya kurang masuk akal, kamu bisa sedikit merayu tentunya jangan memaksakan jika beliau benar-benar tidak mengizinkan. ingat "Ridha Allah adalah ridha orang tua" :)
#Keempat, ketika jurusan sudah fix, maka menentukan PTN mana yang akan menjadi tempat kau menuntut ilmu. Langkah awal adalah melihat akreditasi jurusan yang kau inginkan pada PTN itu, jangan melihat gengsi PTN nya. Itu perlu, tetapi, lebih utama jika kita melihat jurusannya dahulu. :)

Okee, semoga bermanfaat dan jangan menggalau lagi. Semangat untuk terus meraih cita-cita !!! :D

Jumat, 02 Agustus 2013

Resensi Buku

Hei hei....., buat pelajar atau siapa sajaa, nisa mau share tentang bikin resensi buku. Ini ada contoh bikin resensi buku. Resensi ini aku bikin waktu kelas 3 SMA. Semoga bisa jadi referensi :)


Menjadi Generasi Muda yang Mampu Mengubah Dunia

Ÿ  Judul               : Change Now ! Jurus Duahsyat Muslim Huebat !
Ÿ  Penulis             : Rahman Hanifan
Ÿ  Penerbit           : Book Magz
Ÿ  Tebal               : 212 halaman
Ÿ  Terbit               : Oktober

  
         Hidup adalah sebuah perjalanan panjang yang tak menentu. Penuh dengan lika-liku, dan berbeda antara orang yang satu dengan yang lainnya. Mungkin dalam hidup ini, kita sering melakukan berbagai aktivitas tanpa mengetahui dengan jelas apa yang sesungguhnya ingin diraih. Dengan kata lain, kadang kita melupakan tujuan utama dari aktivitas tersebut dan akhirnya tidak dapat maksimal dalam memperoleh hasil dari sesuatu yang telah dilakukan. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya kiat-kiat tersendiri agar  dapat memaksimalkan apa yang ingin digapai dalam hidup ini.
         Dalam buku karangan Rahman Hanifan, yang berjudul  Change Now ! Jurus Duahsyat Muslim Huebat !, banyak membicarakan tentang pesan-pesan moral yang dapat langsung dipraktikkan. Buku tersebut terdiri atas empat bab pembahasan. Setiap bab tersebut dijabarkan menjadi beberapa subbab. Masing-masing subbab dibahas secara detail dan sangat menarik. Dalam penulisan buku tersebut, ada korelasi antara bab satu dan bab-bab berikutnya. Buku ini merupakan buku keempat yang dihasilkannya setelah sebelumnya ia menulis buku non fiksi yang berjudul Hidup Kaya Raya Mati Masuk Surga , The Power of Smile  ,dan  Kekayaan Hati : Jadikan Hidup Anda Lebih Bermakna. Buku keempat karya pemuda kelahiran Magelang ini, mengupas mengenai cara-cara agar kita sebagai manusia mampu mengubah diri supaya mencapai kehidupan yang luar biasa.
         Dalam buku setebal 212 halaman ini, penulis mengilustrasikan perubahan seperti film Power Rangers. Power Rangers berubah wujud ketika ia menghadapi monster jahat yang menganggu kedamaian dunia. Dengan perubahan mereka, monster jahat dapat dikalahkan sehingga terciptalah kehidupan yang aman dan damai. Apakah Anda juga ingin seperti Power Rangers yang dapat menciptakan kedamaian dengan perubahan yang mereka lakukan ? Jawabannya pastilah ya. Karena setiap manusia pasti ingin hidup sukses dan sejahtera.