Jumat, 23 Mei 2014

belajar kehidupan

Belajar. Biasanya kata ini identik dengan buku-buku yang tebalnya 5 cm dan kalo dimasukkin tas punggung rasanya mau jatuh ketarik kebelakang. "njedhak" bahasa jawanya -__-
Eits, jangan salah. Belajar disini bukan belajar yang melulu pegang pulpen, pake kacamata, depan laptop, sampe-sampe laptop melek kita yang merem. bukan yang itu. belajar tidak hanya "se ekstrim" itu.

Di sini banyak hal yang bisa kita  pelajari. Salah satunya belajar tentang kehidupan. Belajar memaknai waktu. Belajar untuk lebih peka dengan lingkungan. Belajar memahami karakter-karakter orang disekeliling kita. Kalau kata orang tua, belajarlah. Supaya kau bisa merasakan indahnya kehidupan. 
Kita hidup dalam kerumunan masyarakat yang heterogen. Ada yang suka ini, suka itu, suka yang lain, bla bla blaaaa. Dan tentunya, mereka memiliki sifat dan karakter masing-masing. Bukankah manusia diciptakan sebagai pribadi yang unik bukan? jadi, antara aku, kau, dia, dan merera, tentu tak sama. Ketaksamaan itu bukan menjadi penghalang untuk bersama bukan? Bukankah pelangi juga memiliki warna yang berbeda-beda tetapi ia tetap bersama dan dengan kebersamaannya itu justru menjadi keindahan ?

Kita sama - sama belajar. Belajar untuk memahami segala sesuatu disekeliling kita. Jangan sampai, saat senja nanti, kau menyesal karena di pagi hari kau tak banya belajar tentang hal yang satu ini.

Selasa, 06 Mei 2014

menggapai bintang

pernahkah kau bermimpi menggapai bintang
bintang yang terang benderang di sana
sangat jauh dan bertebaran di atas sana

pernahkan kau memimpikan untuk menggapainya?
aku pernah
aku pernah bermimpi untuk dapat memetik bintang-bintang itu
aku pernah bermimpi untuk membawa pulang bintang itu 
dan kuhadiahkan kepada seseorang yang sangat kucintai, ayah bunda

meskipun aku tau menggapai bintang itu sulit
sulit dan sedikit mustahil
sampai banyak yang mencaci maki karena mimpiku tak realistis

tapi ingatkah kau
bahwa kita hidup untuk berencana
merencanakan sesuatu yang ingin kita lakukan
tapi usaha kita itu tidak cukup jika hanya berencana dan berusaha mewujudkannya
karena di sana, ada tangan Yang Maha Kuasa yang senantiasa merubah yang tak nyata menjadi nyata
yang sendu menjadi haru
yang sedih menjadi bahagia

maka, jangan lupa untuk senantiasa memohon petunjuk kepada Sang Maha Berkehendak
agar segala yang kau inginkan tetap berada di jalanNya

Sabtu, 19 April 2014

masih di sini

aku masih di sini
menanti
hingga waktunya tiba
dan terus berdo'a

kau saja yang mencari
tapi, aku akan tetap di sini
karena aku takut ketika aku juga mencarimu
saat kau tiba di sini, aku sudah tak di sini

jadi aku akan tetap di sini
dan menanti hingga saat itu tiba
tuk sesuatu yang abadi
bukan sementara

Gunungpati, 17042014

Jumat, 11 April 2014

tulisan kehidupan

ketika daun yang gugur tak mungkin dapat kembali lagi
ah itu hanya sepengal cerita di dunia ini
masih ada ribuan cerita yang tak tertangkap oleh mata
yang tak terdengar oleh telinga
dan tak sempat tertuliskan oleh pena

hanya singkat, singkat saja
katanya sih seperti orang yang mampir minum saja
iya katanya seperti itu
tapi memang begitu adanya
jadi apa yang akan dilakukan
yang dilakukan sudah tertuliskan
hanya menjalaninya saja
tapi.. bukan berarti menjalani semata
usaha yang dilakukan juga ternilai
karena hanya diri ini yang mampu membawa arah kehidupan walaupun telah tertuliskan
hanya raga ini yang mampu mengubah tulisan yang hitam menjadi putih

lalu bagaimana untuk mengubahnya?
bangkit, dan lakukan yang terbaik apa yang kau inginkan
tentunya tetap pada jalan yang diridhai Nya

Sabtu, 29 Maret 2014

teringat masa kecilku...

Ayah. Pertanyaan yang ingin kuajukan pertama kali adalah mengapa tak ada hari ayah ? :o
hanya hari ibu saja yang ada. Padahal bagiku, ayah dan ibu itu setara. Keduanya sama-sama penting dalam hidupku. keduanya menduduki peringkat yang sama dalam hidupku. Tak ada yang didahulukan dan tak ada yang diduakan. tetap mereka berjajar berdampingan di sisiku. Lantas, mengapa tak ada hari ayah :o 
Sedikit ingin bercerita tentang ayah. Bagaimana ceritamu tentang ayahmu?
Ayahku. Adalah sosok yang membuatku menjadi "wonder woman". Ya, benar-benar wonder woman. Dari kecil ayah selalu memandangku seperti anak laki-laki. Ia ingin aku menjadi cewek yang kuat, tegar, dan tak mudah menyerah.
Ayah selalu membelikan aku kaos oblong dan celana pendek di saat ibu membelikanku rok lengkap dengan topi dan tas serta asesoris lainnya seperti baju barbie. Sampai-sampai, aku ingat ketika aku mendaftar sekolah kelas 1 SD, rambutku pendek, tak memakai anting, pakai kaos oblong, celana pendek, sepatu sandal, daannnn apa yang terjadi ? Sang Ibu Kepsek memanggilku "mas". Oh myyyy -__- setelah itu aku langsung meminta untuk memakai anting. Padahal memakai anting adalah hal yang tak kusukai pada awalnya.
Waktu berjalan dan aku sudah tak "tomboy" lagi. Aku ingin mengembangkan apa yang aku inginkan. Kala itu aku kelas 3 SD. ingin rasanya aku ikut taekwondo. Maklum, aku sering lihat film seperti "power rangers", aku terobsesi menjadi power rangers pink. hahaha.
Aku ngotot banget harus dan kudu ikut taekwondo. Kala itu ayah mengantarku ke sebuah sanggar dekat rumah. Di sana aku bisa berlatih taekwondo. Namun, apa yang terjadi sodara-sodara ????
Ayah mendaftarkanku ke dalam kelas menari jawa, bukan taekwondo -____- apa? nari jawa? aku tak suka sama sekali kala itu. kebetulan taekwondo dan tari itu satu sanggar, tetapi, waktu pelaksanaannya yang beda. Menari di pagi hari dan taekwondo di sore hari. Demi membuatku menjadi "anak perempuan" sungguhan, ayah rela menemaniku setiap hari minggu pagi untuk menari. Aku hanya bertahan disana kira-kira 3 bulan.
<skip>
Ayah. adalah sosok yang selalu setia menemaniku kemana-mana. menemani belanja, jalan-jalan, tahun barunan, bahkan nonton konser :3
ya, aku dikenal sebagai anak pingitan. dulu aku tak terima dengan perlakuan ayah dan ibuku yang membatasi bermainku. tapi aku merasa beruntung, setelah aku dewasa. mereka sangat-sangat mencintaiku :)) mereka tak mau terjadi sesuatu padaku hingga akhirnya ayah terjun langsung sebagai "bodyguard" ku hingga aku kelas 3 SMA (karena aku kuliah di luar kota, tak mungkin rumahku juga ikut pindah kan -_-)
<skip>
Dan ayah, menjadi orang yang menonton paling depan saat "pementasan operet pertamaku di kotaku". Walaupun saat itu ia dalam kondisi sakit, ia tetap duduk di depan untuk melihatku menari.Seperti impiannya saat aku kelas 3 SD, aku harus bisa menari jawa, gitu sih kayanya.
<skip>
Ayah. adalah sosok yang pertamakali menangis saat tahu aku diterima kuliah di dunia pendidikan. Ayah tau banget aku gak mau jadi guru. Dia yang menghendaku ku untuk menjadi guru. Aku pun menurutinya. Namun, ayah menangis ketika aku tak berhasil mewujudkan mimpiku walaupun aku berhasil mewujudkan impiannya untuk "menjadi guru". Dan seiring berjalannya waktu, "aku suka menjadi guru". Menjadi guru berarti menyambungkan ilmu kepada orang banyak.
<skip>
Ayah. orang yang paling gengsi mnyebutkan kata kangen. yang paling cerewet kalo aku makan sambel.yang paling heboh walaupun aku cuma pilek. "jaga kesehatan, jauh dari bapak, segera berobat!" sms yang selalu dikirimkan saat aku "hanya flu".

aaaahh karakter ini tak sanggup untuk mewakilkan cerita-cerita berharga tentang ayah dan ibu. Kedua sosok yang membuatku menjadi orang yang disiplin, tahan banting, dan sebagainya (tak mampu diungkapkan dengan tulisan dan kata-kata).
Aku bangga bahkan sangat bangga pada mereka. Dan aku ingin juga menjadi sosok yang paling membanggakan bagi mereka.

Selasa, 18 Maret 2014

ingatkah kau

kita pernah bertemu di tempat itu
di tempat bintang-bintang itu memijakkan kakinya
di tempat sekumpulan orang-orang "kaya" tak henti-hentinya mengalirkan apa yang mereka punya
di tempat para pendaki yang tak kenal lelah untuk mendaki sesuatu yang ingin di capainya

kita pernah bertemu di tempat itu
di tempat yang penuh dengan keceriaan
di tempat yang penuh dengan atmosfer pendidikan
di tempat yang memberikan kedamaian bagi setiap insan

kita pernah bertemu di tempat itu
bertemu sekitar setahun yang lalu
ketika buah terenak sedang memberi salam pada dunia
ketika tanaman ilalang sedang bergoyang

kemarin kita bertemu kembali
dalam atmosfer yang sama 
walaupun di tempat berbeda
ingatkah kau?

di sini kita juga sama-sama mendaki
mendaki untuk menjemput impian
impian untuk mencerdaskan kehidupan bangsa
dan berbagi untuk semuanya

Semarang, 18 Maret 2014

Kamis, 30 Januari 2014

cita-cita dan "gantungannya"

Udah lama vakum dan tadaaaa... aku kembali nulis nih.
Kali ini mau bahas tentang cita cita. Kenapa mau bahas cita-cita? yep, alasannya sekarang lagi jaman ribet-ribetnya nentuin PTN mana, mau masuk mana, jurusan apa, dan bla bla blaaaaa (itu topik harian yang aku denger dari adekku kelas 3 SMA yang bikin bosen kalo dengerinnya -___-) .
Ya, siapa sih di dunia ini yang gak punya cita-cita? Tanya coba sama ortumu, adek, kakak, tetangga, guru, de es be, semuanya punya cita-cita. Contohnya aku pingin jadi dokter, jadi tentara, pingin kaya, pingin mobil bagus, pingin haji, pingin keluar negeri,  pingin ini pingin itu dan pingin semuanyaaaa >,<.
Cita-cita jangan sampai hanya sekedar cita-cita lho ya. Aku pernah dapet kuliah mekanika dengan dosen yang super duper inspiratif sekali.
Beliau menyatakan "ya kalian dari dulu sudah didoktrin dengan kata-kata gantungkan cita-citamu setinggi langit, tapi kamu karus punya gantungannya supaya bisa tergantung/tercapai cita-citamu" (intinya gitu, dengan editan seperlunya hihihi).
Yang ingin aku bagikan disini, berbasis pada pernyataan bapak dosen itu, ya memang kita boleh bahkan wajib kudu harus memiliki impian untuk tetap semangat menjalani hidup. Namun, tidak serta merta kita hanya cukum memilikinya tanpa berbuat apa-apa untuk menunggu datangnya cita-cita kita. Kita bukan hidup di negeri dongeng atau di dunia doraemon yang segala sesuatunya bisa diselesaikan dengan instan. segalanya di dunia ini butuh proses. Proses untuk mencapai cita-cita itu yang nantinya akan berkesan sebagai cerita dibalik kesuksesan kita dalam menggapai impian kita.
Apa yang kau lakukan jika cita-citamu tak tercapai? ya memang segala rencana tidak semulus lantai licin dengan koefisien gesekan kinetik besar *lhhohh apa ini*. hmm, ya intinya dalam hidup pasti ada rintangannya, ketika cita-cita ini belum tercapai, lantas jangan langsung kaya di tivi/sinetron-sinetron yang lebay itu, langsung seperti tidak punya masa depan. ITU SALAH BESAR. harusnya kita punya stok cita-cita yang banyak, ketika gagal di satu, maka kita masih punya dua, tiga, empat, lima dan seterusnya. TETAP SEMANGAT UNTUK MENCAPAI CITA-CITAMU. Belajar yang rajin supaya segala yang kau impikan bisa terwujud. Itu salah satu cara untuk membuat GANTUNGANNYA :D
Ohya, inget dengan kata-kata "Ridha Allah adalah ridha orang tua". Nah yang satu ini nih, jangan lupa meminta restu pada kedua orang tua kita ya, karena segala sesuatunya percuma saja jika kedua orangtua kita tidak merestuinya :)

Pesen aja buat adek-adek yang galau mau masuk jurusan apa, PTN mana, dan de es be.
#Pertama, tanyakan pada diri sendiri, kenali diri sendiri, letak kelebihan, kekurangan, dan jiwa mu itu di mana.
#Kedua, tentukan jurusan sesuai hatimu, bukan karena paksaan, ikut-ikutan atau sejenisnya.
#Ketiga, konsultasikan jurusan yang kamu inginkan dengan orang-orang terdekat, misalnya orangtua, kita harus mendapat izin dan restunya. Jika kurang disetujui, maka kalian dengan halus menanyakan apa penyebabnya,. Jika sekiranya penyebabnya kurang masuk akal, kamu bisa sedikit merayu tentunya jangan memaksakan jika beliau benar-benar tidak mengizinkan. ingat "Ridha Allah adalah ridha orang tua" :)
#Keempat, ketika jurusan sudah fix, maka menentukan PTN mana yang akan menjadi tempat kau menuntut ilmu. Langkah awal adalah melihat akreditasi jurusan yang kau inginkan pada PTN itu, jangan melihat gengsi PTN nya. Itu perlu, tetapi, lebih utama jika kita melihat jurusannya dahulu. :)

Okee, semoga bermanfaat dan jangan menggalau lagi. Semangat untuk terus meraih cita-cita !!! :D

Senin, 21 Oktober 2013

Ketika Mimpi Tak Sama dengan Kenyataan

Ketika impian tak sama dengan kenyataan.
kalimat itu, sering sekali membuat kita menjadi yah sedikit galau mungkin. putus asa. putus harapan. seakan dunia runtuh . ah lebay -_-

Namun itu semua jangan dijadikan sebagai alasan buat kamu gak ada kuasa untuk bangkit lagi. itu nol besar. seharusnya, kita dengan lapang dada memahami mengapa itu terjadi kepada kita. Introspeksi diri bro.
Ingat, roda terus berputar. Siapa tahu sekarang kalian sedang berada di bawah. Tapi, yakinlah, dengan semangat dan tekad yang tinggi, pasti menjadi diatas bukanlah suatu impian belaka.

Kalau kau tahu, setiap daun yang gugur itu telah dituliskan oleh Nya. Begitu pula kegagalanmu. Namun jangan khawatir, bahwa IA tidak akan membuat hambaNya sengsara. Jadi, tetaplah positif thingking bahwa ini adalah rencana terindahNya. Skenario terindah yang ada dalam alam semesta ini.

Keep fighting ! tetap lakukan yang terbaik dan jangan takabur. terus berdo'a kepadaNya :)

Jumat, 02 Agustus 2013

Resensi Buku

Hei hei....., buat pelajar atau siapa sajaa, nisa mau share tentang bikin resensi buku. Ini ada contoh bikin resensi buku. Resensi ini aku bikin waktu kelas 3 SMA. Semoga bisa jadi referensi :)


Menjadi Generasi Muda yang Mampu Mengubah Dunia

Ÿ  Judul               : Change Now ! Jurus Duahsyat Muslim Huebat !
Ÿ  Penulis             : Rahman Hanifan
Ÿ  Penerbit           : Book Magz
Ÿ  Tebal               : 212 halaman
Ÿ  Terbit               : Oktober

  
         Hidup adalah sebuah perjalanan panjang yang tak menentu. Penuh dengan lika-liku, dan berbeda antara orang yang satu dengan yang lainnya. Mungkin dalam hidup ini, kita sering melakukan berbagai aktivitas tanpa mengetahui dengan jelas apa yang sesungguhnya ingin diraih. Dengan kata lain, kadang kita melupakan tujuan utama dari aktivitas tersebut dan akhirnya tidak dapat maksimal dalam memperoleh hasil dari sesuatu yang telah dilakukan. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya kiat-kiat tersendiri agar  dapat memaksimalkan apa yang ingin digapai dalam hidup ini.
         Dalam buku karangan Rahman Hanifan, yang berjudul  Change Now ! Jurus Duahsyat Muslim Huebat !, banyak membicarakan tentang pesan-pesan moral yang dapat langsung dipraktikkan. Buku tersebut terdiri atas empat bab pembahasan. Setiap bab tersebut dijabarkan menjadi beberapa subbab. Masing-masing subbab dibahas secara detail dan sangat menarik. Dalam penulisan buku tersebut, ada korelasi antara bab satu dan bab-bab berikutnya. Buku ini merupakan buku keempat yang dihasilkannya setelah sebelumnya ia menulis buku non fiksi yang berjudul Hidup Kaya Raya Mati Masuk Surga , The Power of Smile  ,dan  Kekayaan Hati : Jadikan Hidup Anda Lebih Bermakna. Buku keempat karya pemuda kelahiran Magelang ini, mengupas mengenai cara-cara agar kita sebagai manusia mampu mengubah diri supaya mencapai kehidupan yang luar biasa.
         Dalam buku setebal 212 halaman ini, penulis mengilustrasikan perubahan seperti film Power Rangers. Power Rangers berubah wujud ketika ia menghadapi monster jahat yang menganggu kedamaian dunia. Dengan perubahan mereka, monster jahat dapat dikalahkan sehingga terciptalah kehidupan yang aman dan damai. Apakah Anda juga ingin seperti Power Rangers yang dapat menciptakan kedamaian dengan perubahan yang mereka lakukan ? Jawabannya pastilah ya. Karena setiap manusia pasti ingin hidup sukses dan sejahtera.

Kamis, 01 Agustus 2013

Cerpen : Hidup Terus Berjalan Bersamamu Maupun Tanpamu

Kyaaaaa, ini cerpenku jaman kapan yaaaa, udah lamaaaaa banget, kayanya waktu SMP deh, bahasanya masih sedikit alay dan geje, hahhaa biarin deh , selamat membacaa :D
cekidot........................

HIDUP TERUS BERJALAN
 BERSAMAMU MAUPUN TANPAMU
by : Annisa' Amalia

Kricik…kricik… terdengar suara gemericik alunan air di kolam renang yang terletak di belakang rumah, yang sedang dimainkan oleh kaki seorang gadis. Gadis berambut lurus panjang berwarna hitam legam, yang berlesung pipit di pipi kirinya itu kerap disapa Kiara. Dia anak bungsu dari tiga bersaudara. Kedua kakaknya laki-laki, jadi, tak heran jikalau dia pasti sangat disayangi dan dilindungi.
            “Dik…kamu di mana?” Suara itu memecahkan lamunan Kiara. Ya, itu suara Kak Bintang. Salah seorang kakaknya yang paling dekat dengan Kiara.
“ Iya kak ! Adik masih mainan air di kolam !”teriaknya.
“Itu Revan datang. Sudah nunggu dari tadi.”
“Dia disuruh ke sini aja Kak !”
Revan adalah teman dekat Kiara sejak usia empat tahun hingga saat ini. Kalau ditanya soal hubungan mereka, pasti jawabannya adalah lebih dari sahabat bahkan lebih dari pacar. Nantinya kalau sudah dewasa, orang tua mereka berniat untukmenjodohkan mereka. Mereka sangat dekat dan saling mengerti satu sama lain.
            “Hai Ra…jadi nemenin aku nggak?”ucap Revan seraya menepuk pundak Kiara.
            “Haah…memangnya kamu mau kemana ?”
            “Yee…udah nenek-nenek nih, pelupa benget sih !”ledek Revan.
            “Uups…aduh, maaf banget ya Rey. Aku benar-benar lupa. Iya,aku mau nemenin kamu kok, tapi, sebentar ya, aku ganti beju dulu ,”bergegas menuju kamarnya.
Beberapa saat kemudian, Kiara selesai berganti pakaian. Lalu,ia langsung menemui Revan yang kiranya sudah lama menunggu dirinya di ruang tamu. Setelah itu, mereka meminta izin kepada orang tua Kiara untuk pergi jalan-jalan, dan langsung menuju ke halaman rumah bersiap untuk segera meninggalkan rumah.
            Sesampainya di tempat perbelanjaan, mereka berdia langsung menuju ke toko sepatu. Ya, Revan hendak membeli sepatu untuk dipakai pada tahun ajaran baru nanti. Akhirnya,ia mendapat sepatu yang telah diidam-idamkan sejak dulu.
            Seperti biasanya, mereka tidak langsung pulang ke rumah setelah mendapatkan barang yang dibutuhkan. Mereka berjalan-jalan tukmelepas kepenatan. Tiba-tiba,mata Kiara terpusat pada sebuah benda yang unikmenurut pandangannya, lalu merekamenghampiri ke took aksesoris itu untuk membeli benda itu.
            “Rey…lihat deh cincin ini. Lucu ya?”seru Kiara dengan mata berbinar-binar seolah ingin sekali memiliki benda itu.
            “Kamu mau? Ambil aja. Tuh ada yang kembar. Aku juga kepengin beli nih !”
            “Wah ! Beneran? Kalau begitu,kita kembaran yuk. Buat tanda persahabatan kita. Aku nggak bakalan nglepas cincin ini deh !”hatinya berbunga-bunga.
            “He’eh ! Ide bagus ! Aku juga nggak bakalan nglepas cincin ini, kecuali kalua memang hilang. Hehehe…”ledek Revan.
            “Idih…kamu tuh..ya harus tetap dijaga dong !” seru Kiara.
Matahari sudah mulai menghilang ditelan langit. Rasa lapar pun menghampiri perut keduanya. Merekamemutuskan untuk makan terlebih dahulu. Namun, tiba-tiba, badan Revan seperti hampir terjatuh. Matanya berkunang-kunang.
            “Aduh Ra ! Kepala aku sakit banget ,”suara Revan patah-patah.
            “Hah ! Kamu kenapa Rey ? Kita pulang aja yuk. Daripada kamu sakit. Nanti biar aku yang nyetir mobilnya,”sambil menuntun Revan ke parkiran.
            Dalam perjalanan pulang, rasa takut dan panik menghampiri otak Kiara. Ia takkuasa melihat sahabat kecilnya yang takberdaya menahan rasa sakit. Sesampainya di rumah, mama Revan juga langsung panik melihat anak kesayangannya pucat. Taklamasetelah itu, dokter datang untuk memeriksa keadaan Revan. Setelah Revan berhasil diatasi,Kiara pulang ke rumah dengan berjalan kaki. Kebetulan rumah mereka satu kompleks.

***

Nugget Tempe

Dewasa ini, sering kita jumpai berbagai masalah penyakit yang mematikan akibat mengkomsumsi makanan yang tidak sehat. Banyak orang yang menyesal dengan pola hidupnya ketika mereka sudah menderita penyakit tertentu.

Selasa, 30 Juli 2013

My fairy tale

Yepp, ini salah satu koleksi fairy tale ku. Aku buat waktu mau ujian telling story kelas 3 SMA. Semoga menginspirasi :) kopi boleh, sertakan sumbernya yaaa :) Cekidooooootttt 

THE BEAUTIFUL GOWN

This is story of The Bear Princess named Princess Nirmala. She would celebrate her birthday. She only wanted a gown which was in her dream for her birthday present.
The tailor of  the kingdom had made many beautiful gowns. But, Princess Nirmala didn’t like it. The tailor was afraid if The King became angry to him. He promised, he would make the gown which Nirmala wanted.
In the mean time, in small house in the village, there lived a girl with her step mother, named Bibi. One day, she cried in the middle of  a thick forest. She had pursued by her step mother.
“My God, I want a happiness like when my father and mother still live,” Bibi cried.
Suddenly..( Cring..cring..cring..) “Who are you ?”, Bibi  surprised.
The Fairy replied, “Don’t be afraid. I come here to answer your pray. It’s time for me to help you.”
“What do you mean ?” Bibi confused.
“Now, you go to the castle bringing this box and give this box to the princess. I hope it can help you,” said The Fairy.

Little thing about friendship

Kyaaaa, ini blog baru ku.
Sebenarnya udah pengen banget bikin blog dari dulu, tapi ya baru kesampaian ini nih. Suka nulis-nulis geje, daripada gak ada manfaatnya mending aku share aja ya disini. Sapa tau bisa nambah pengetahuan kita. Atau bisa jadi referensi gitu dehh.

Hmm, pertama aku pengen banget cerita tentang temen-temenku.
Aku bisa jadi jadi salah satu orang yang beruntung karena bisa dipertemukan anak-anak koplak yang sejenis sama aku. Loohh, emang gitu takdirnya, kita bakal dikumpulin sama orang-orang yang tabiatnya hampir sama dengan kita, *nah lo, K

Ni temen-temeku pas jaman kelas 1 SMA di SMA N 1 Pekalongan. Sedikit cerita yak, dulu tepatnya empat tahun lalu aku sekolah disitu tuh. Dan aku nempatin kelas paling terpencil di bangunan sekolah itu. Bisa dibayangkan berada jauh dari keramaian. Berasa orang udik deh beneran. Tapi no problemoooo, itu semua bisa digantikan dengan keberadaan teman-teman yang sangat super.
Foto pertama kita saat MOS :D

Nama kelas kami WARSSO , sedikit ndeso, skepanjangannya Warga Rahat Sepuluh Songo. Tampaknya agak mekso, ben lah yaa… Yaaah setahun dengan Warsso kudu pisah ketika pembagian kelas sebelas. Sedih , pasti dong, tapi mau gimana lagi, masa kagak naik kelas, itu lebih dari sekedar menyedihkan :D

Jeng jeeeeeng, sekarang ceerita kelas dua dan tiga SMA.